Sumur Jolotundo

Sumur Jolotundo - BandungBondowoso.ComMasih ingatkah Anda dua syarat yang diajukan Roro Jonggrang saat Bandung Bondowoso hendak meminangnya? Iya, salah satu syarat diantaranya adalah Bandung Bondowoso harus membuat sebuah sumur.

Dan terwujudlah sebuah sumur raksasa di daerah Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, yang hingga kini dikenal dengan nama Sumur Jolotundo.

Ada sebuah mitos yang sangat melegenda di Sumur Jolotundo ini yakni adanya batu keberuntungan.

Dinamakan batu keberuntungan karena seberapa jauh lemparan batu tersebut dapat dijadikan patokan keberuntungan seseorang.

Konon katanya, barang siapa yang berhasil melempar batu (kerikil) hingga ke titik tertentu pada sumur Jolotundo, maka keinginannya pasti akan terkabul.

Target pelemparan ini bisa berbeda antara perempuan dan laki-laki. Bagi perempuan sudah dikatakan berhasil jika ia bisa melempar batu hingga ke tengah kolam saja.

Sedangkan untuk laki-laki dapat dikatakan berhasil jika ia bisa melempar batu hingga ke seberang sumur yang ditandai dengan rerimbunan bunga berwarna ungu yang tumbuh di sela-sela batu tepian seberang sumur.

Ada pula yang berpendapat, barang siapa yang berhasil melemparkan batu hingga melewati sumur Jolotundo (jatuh di seberang sumur Jolotundo) maka keinginannya akan terkabul, atau akan ada keberuntungan yang mendatanginya.

Pendapat ini berlaku sama bagi perempuan maupun laki-laki. Masyarakat percaya adanya tiga makna yang terkait dengan seberapa jauh lemparan tersebut :

Pertama, jika kita berhasil melemparkan batu hingga melampaui sumur tersebut, maka berarti keinginan kita akan tercapai atau dikabulkan Tuhan dalam waktu dekat.

Kedua, ketika kita melemparkan batu, tetapi batu tersebut hampir melewati sumur Jolotundo, maka peluang berhasil masih membutuhkan sedikit ketelitian.

Ketiga, kalau pengunjung sumur Jolotundo melemparkan batu, tetapi tidak sampai melewati tengah tengah sumur, maka ada kemungkinan apa yang telah direncanakan mengalami kegagalan, entah itu cepat ataupun lambat.

Meskipun hal ini hanyalah mitos yang berkembang di masyarakat, namun tidak sedikit orang yang sudah membuktikan keberadaan mitos itu sendiri.